Calon Mahasiswa Banyumas Tertipu Calo: Janjikan Lulus Jalur Mulus

By | April 17, 2026

Antusiasme lulusan sekolah menengah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di wilayah Jawa Tengah justru dimanfaatkan oleh oknum pencari keuntungan pribadi. Sejumlah calon mahasiswa dilaporkan menjadi korban penipuan oleh oknum yang mengaku memiliki akses khusus ke pihak universitas melalui jalur belakang. Para korban dijanjikan akan diterima di program studi favorit tanpa harus mengikuti seleksi resmi, asalkan mereka bersedia membayar sejumlah uang muka yang diklaim sebagai dana pelicin untuk mengamankan kursi di kampus yang dituju.

Kasus yang menimpa para calon mahasiswa di Banyumas ini terungkap setelah pengumuman resmi jalur seleksi keluar, namun nama-nama mereka tidak terdaftar di instansi terkait. Saat mencoba menagih janji kepada sang calo, oknum tersebut sudah menghilang dan tidak dapat dihubungi lagi, membawa kabur uang yang totalnya mencapai ratusan juta rupiah. Sebagian besar korban berasal dari keluarga yang rela meminjam dana demi masa depan pendidikan anak mereka, sehingga kerugian ini meninggalkan dampak ekonomi dan psikologis yang sangat mendalam bagi keluarga yang bersangkutan.

Pihak kepolisian setempat mengimbau agar para calon mahasiswa dan orang tua tidak mempercayai tawaran apa pun yang menjanjikan kelulusan di luar jalur resmi yang telah ditetapkan pemerintah. Seleksi masuk perguruan tinggi saat ini sudah menggunakan sistem komputerisasi yang sangat ketat dan transparan, sehingga hampir mustahil bagi pihak luar untuk melakukan intervensi terhadap hasil penilaian. Penangkapan terhadap oknum calo ini kini menjadi prioritas agar tidak ada lagi masyarakat yang terjebak dalam janji-janji palsu yang merusak integritas sistem penerimaan siswa baru.

Pendidikan mengenai prosedur pendaftaran yang benar harus lebih gencar dilakukan oleh pihak sekolah dan universitas kepada calon mahasiswa agar mereka tidak mudah tergiur jalur instan. Seringkali, rasa tidak percaya diri akan kemampuan akademik membuat seseorang mencari jalan pintas yang justru berujung pada kerugian finansial. Transparansi informasi mengenai kuota dan kriteria kelulusan sangat penting untuk mencegah praktik percaloan berkembang biak di lingkungan pendidikan. Masyarakat diminta segera melaporkan jika menemukan individu yang menawarkan jasa serupa dengan imbalan materi yang tidak wajar.