Anak-anak dengan sindrom autisme sering kali memerlukan pendekatan stimulasi yang khusus untuk membantu perkembangan motorik dan sensorik mereka. STIKES Banyumas meneliti efektivitas penggunaan Stimulasi Motorik berbasis alat permainan edukatif dari kayu dalam membantu anak autis melatih koordinasi tangan dan mata. Berbeda dengan mainan plastik yang cenderung statis, mainan kayu memiliki tekstur, berat, dan aroma alami yang dapat memberikan umpan balik sensorik lebih kaya bagi anak, sehingga dapat membantu mereka lebih fokus dan tenang saat belajar.
Dalam program Stimulasi Motorik ini, mainan kayu dirancang sedemikian rupa dengan berbagai bentuk dan ukuran yang memungkinkan anak bereksplorasi secara mandiri. STIKES Banyumas bekerja sama dengan para terapis okupasi untuk menciptakan modul permainan yang sistematis, mulai dari tugas sederhana seperti menyusun balok hingga yang lebih kompleks seperti memasukkan manik-manik kayu ke dalam pola tertentu. Hasil observasi menunjukkan bahwa anak-anak yang diberikan stimulasi rutin melalui media ini mengalami peningkatan kemampuan motorik halus yang signifikan, serta lebih mampu mengekspresikan diri secara non-verbal.
Pentingnya penggunaan material ramah lingkungan dalam Stimulasi Motorik juga menjadi perhatian khusus STIKES Banyumas. Selain aman dari bahan kimia berbahaya, mainan kayu bersifat tahan lama dan memberikan sensasi taktil yang lebih membumi bagi anak-anak autis. Hal ini membantu mereka dalam proses adaptasi sensorik yang terkadang menjadi hambatan utama dalam tumbuh kembang mereka. Mahasiswa STIKES Banyumas terus mendampingi orang tua agar mereka dapat menerapkan teknik bermain ini di rumah dengan cara yang menyenangkan, tanpa memaksakan kehendak, sehingga anak merasa nyaman dan termotivasi.
Dukungan dari orang tua sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program ini. Pihak STIKES Banyumas rutin mengadakan lokakarya bagi orang tua tentang cara memilih dan memodifikasi mainan kayu agar sesuai dengan kebutuhan sensorik spesifik anak mereka. Dengan memberikan ruang bagi anak untuk bermain tanpa tekanan, kemajuan dalam koordinasi motorik terlihat lebih progresif dan bertahan lama. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya kampus untuk memberikan intervensi dini yang holistik dan terjangkau bagi keluarga yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus.