Banyak dari kita terbiasa tidur dengan gawai di samping tempat tidur. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan ini dapat mengganggu kualitas tidur? Pengaruh layar biru yang dipancarkan oleh smartphone, tablet, dan laptop adalah alasan utamanya. Cahaya biru ini secara efektif menekan produksi hormon melatonin, zat alami dalam tubuh yang bertugas mengatur siklus tidur. Akibatnya, otak kita menjadi lebih sulit untuk memasuki fase relaksasi yang diperlukan sebelum tidur. Dengan demikian, pengaruh layar biru menjadi topik yang sangat penting untuk dibahas, terutama bagi mereka yang sering mengalami insomnia atau sulit tidur.
Menurut sebuah penelitian dari Institut Teknologi Bandung (ITB) per 21 September 2025, paparan cahaya biru dari gawai setidaknya satu jam sebelum tidur dapat memperpanjang waktu yang dibutuhkan seseorang untuk tertidur. Studi tersebut juga menemukan bahwa mereka yang menggunakan gawai sebelum tidur cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih buruk, ditandai dengan sering terbangun di malam hari dan merasa tidak segar saat bangun. Pengaruh layar biru ini tidak hanya berdampak pada waktu tidur, tetapi juga pada kesehatan mata dan otak. Paparan cahaya yang terus-menerus dapat menyebabkan mata lelah dan sakit kepala.
Untuk meminimalkan pengaruh layar biru ini, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita terapkan. Yang pertama dan paling penting adalah menjauhkan gawai dari tempat tidur. Ganti kebiasaan scrolling media sosial dengan membaca buku fisik, mendengarkan podcast, atau bermeditasi. Jika Anda memang harus menggunakan gawai, aktifkan fitur mode malam atau blue light filter yang kini tersedia di hampir semua perangkat. Fitur ini mengubah warna layar menjadi lebih hangat, sehingga mengurangi intensitas cahaya biru.
Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bahaya lain dari gawai saat tidur, seperti risiko kebakaran akibat pengisian daya yang berlebihan atau penggunaan kabel yang tidak sesuai. Kepala Bagian Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol H. Sutrisno, pada hari Rabu, 24 September, menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan PLN dan instansi terkait untuk mensosialisasikan bahaya ini. “Kami mengimbau masyarakat untuk mengisi daya gawai di tempat yang aman dan tidak meninggalkan gawai yang sedang diisi daya di atas kasur,” ujarnya. Dengan pengaruh layar biru yang jelas ini, diharapkan masyarakat lebih bijak dalam menggunakan gawai, terutama menjelang waktu istirahat, demi kesehatan yang lebih baik.